16 June 2011

Divine Intervention

Gatau kenapa saya tiba-tiba ingin nulis tentang ini. Sesuatu yang gak pernah saya tulis di blog dan sulit untuk diomongin. Ini tentang ketuhanan.tentang Allah SWT.tentang siapapun tuhan anda. Mohon maaf kalo ada yang tersinggung.benar benar cuma mau sharing dan menumpahkan pikiran ;D
Oh I see. Saya menulis ini karena belakangan ini mulai datang input-input teori ketuhanan yang entah mengapa menjadi SANGAT sering mampir di telinga saya. entah itu dari teman,masyarakat,dosen,kakak kelas, atau kerabat. Kalo boleh jujur sih sebenarnya ini sesuatu yang baru untuk saya. Saya bersekolah di sekolah Islam selama 11 tahun dan agama merupakan pondasi dari segala akar pemikiran saya (Inga inga Islam harus pake I kapital! Nilai saya dipotong habis habisan di mata kuliah agama Islam gara gara menulis 20 kata Islam tidak pake kapital. Ya,never mind). dalam 11 taun itu pula saya selalu bergaul dengan kaum seagama. Jaraaang bgt punya teman dari agama lain.makanya saya dari dulu ga peduli sama yang namanya atheis dan hal hal semacam itu.bagi saya keimanan itu udah cukup untuk membuat saya sholat 5 waktu dan melakukan hal-hal baik. Tapi semenjak saya masuk kuliah,semuanya jadi beda. Bener bener beda. Ga semua orang punya pandangan yang sama. Ada yang percaya Allah tapi ga sholat,ada yang percaya agama tapi ga percaya Allah,dan BANYAK yang sama sekali ga percaya sama Tuhan. Saat itu saya bingung.bener bener bingung kenapa ada orang sepert itu yang sudah merasakan semua nikmat-Nya tapi ga sadar sama sekali. Kenapa mereka ga diajarin orang tuanya seperti orang tua saya mengajarkan mengenai agama.kenapa mereka gak bisa meyakinkan diri sendiri bahwa ga semua teori ketuhanan bisa dibuktikan secara konkret. Semua pikiran itu berputar-putar di kepala saya dan membuat saya akhirnya ada pada satu titik dimana saya keluar dari paradigma 20tahun saya hidup di dunia dan mulai memahami mereka. Oh, ternyata pertanyaan-pertanyaan tadi jugalah yang mereka pikirkan selama ini.

Hey deilika,Tuhan itu tidak terlihat.bagaimana kita bisa percaya dengan apa yang tidak kita lihat? Buat apa kita menyembah pada sesuatu yang tidak bisa kita sentuh? Apa bener semua ini Dia yang buat? Matahari? Langit? Gunung? Bukannya semua itu memang udah ada dari dulu? Terbentuk begitu saja dari alam? Bukankah agama itu hanya pelampiasan manusia pada jaman dahulu yang tidak tau mau percaya kepada siapa? Bukankah apa yang diajarkan orangtua dan guru disekolah itu hanya ajaran turun temurun dari nenek moyang kita? Kenapa kalian semua percaya pada hal yang ga ada di depan mata kalian sih?

for those who believe in God, no explanation is necessary

for those who do not believe in God, no explanation is possible

sebenarnya, teori ketuhanan ini sungguh simpel. Ini benar benar masalah kepercayaan. Karena saya percaya kepada Tuhan, apapun yang anda bilang kepada saya tentang ketiadaan-Nya tidak akan saya percaya. Jika anda tidak percaya, penjelasan apapun yang saya berikan tidak akan membuat anda percaya. Vice Versa. Jadi semua ini benar benar berdasarkan kepercayaan yang anda rasakan. Jangan dipikirkan, tapi rasakan. Tuhan itu logika diatas logika. Tidak bisa sekedar anda pikirkan dengan logika manusia biasa. Otak manusia belum bisa mencapainya. Organ tubuh kita tidak mampu melihat-Nya karena keterbatasan fisik. Hanya sekedar melihat cahaya matahari yang sangat terik saja kita bisa sangat kesilauan. Apalagi Tuhan yang menciptakannya. Kita belum mampu melihatnya. Dan yang saya ingin tekankan adalah, apakah jika Tuhan bisa anda lihat lalu anda percaya tentang keberadaan-Nya? Haha saya sih malah jadi gak percaya. Masa Tuhan sama mudahnya dilihat seperti makhluk lain. dia pencipta kita kan? Tentu harus diatas segalanya.

Mari kita lihat lagi sekitar kita, semua di dunia ini benar benar tersusun dengan rapih dan tidak mungkin berjalan dengan sendirinya. Sel-sel manusia yang setiap detiknya bergerak hingga memungkinkan manusia untuk hidup. Bekerjanya syaraf-syaraf tubuh kita yang jika ada yang salah sedikiiiit saja.sangat berakibat fatal. Dan yang paling ajaib, bagaimana manusia itu sendiri dapat tercipta dari sel telur wanita bertemu dengan sperma pria. Saya sendiri sih masih merasa takjub dengan itu. masih gak kepikiran gimana caranya semua itu terjadi jika tidak ada yang mengendalikan. Mampukah manusia membuat segala hal tersebut terjadi? Gunung? Samudera? Sel sel? Tidak. Mampukan manusia sekedar mengerti dan menjelaskan saja segala gejala alam yang terjadi di jagat raya ini? Tidak. Mampukan manusia hidup satu detiiiiiiik saja jika tidak ada Tuhan? T i d a k.

sebenarnya siih masih mau blabbering tapi takut lama lama jadi ofensif hehe will continue later on . peace out v^_^v

believing God either exists or He does not. if we believe in God and He exists, we will be rewarded with external bliss in heaven. and if we believe in God in He doesnt exists then at worst all we have is sinful

Done blabbering. Deilika Chairina is signing out

7 comments:

Anonymous said...

1. God, huruf g-nya yang besar. He (pada Tuhan) juga dibikin kapital. T pada Tuhan juga.

2. Ok, yg selanjutnya mau gw tanya, lo emang percaya Tuhan. Tp knp mesti Allah (Islam)? Kenapa bukan Yesus, Buddha ato Dewa-Dewa lainnya?

deilika chairina said...

1.K,noted ;)
2. simpelnya sih karena Yesus itu berbentuk manusia.yg dmn dijelasin di tulisan kalo Dia 'diatas' kita berarti tidak mungkin berwujud sama seperti kita.utk Buddha atau Siddharta Gautama juga alasannya sama. Dewa-dewa ini sendiri seperti yg anda tulis, berarti lebih dari satu kan (dari yg saya pelajari jg org yg memepercayai dewa cenderung percaya pada lebih dari 1 dewa) itu udah ga sesuai karena Tuhan itu satu. dan harus mencakup segalanya.bukan dipisah pisah jadi dewa alam,dewa langit dll.

pndwck said...

http://newcolours.multiply.com/journal/item/34/Emile_Durkheim_bicara_Agama

Hey, gemini. Sekadar berbagi pandangan tentang "hal" yang saya yakini.
Silakan cek url diatas.
Semoga mencerahkan ;)

deilika chairina said...

catetan Antag ya itu ndu? okey tidak sabar utk mempelajari lebih lanjut nanti di kelas mas tony haha. makasih masukannyaa

Anonymous said...

Tuhan itu sesuatu yang tidak bisa di logika kan ya kata kamu?
Iya sih, karena yang dia buat, this universe is illogical itself, okey fine ada banyak fakta2 scientific mengenai penciptaan alam semesta tapi bagaimana alam semesta itu ada sendiri tidak logis kan? siapa yang ciptain?

I do believe in God, dch, tapi tentu aja aku masih pake kata 'tapi' dan kamu masih akan ttp bilang ke aku "For those who believes in God, no explanation is necessary, for those who doesn't, no explanation is possible"

this is endless conversation kan ya, aku udah berkalikali ngobrol ini sm kamu dan end up with me being arrogant, i pissed you off terus berlanjut seperti itu.

i'm on a process untuk tidak merasionalkan semua hal, tidak mempertanyakan hal yang tidak usah dipertanyakan karena tidak ada satupun yang bisa menjawab atau memang karena itu simply tidak usah dipertanyakan.

I just wish...religion doesnt exist, just us human as universalist believer, mempercayai untuk melakukan hal yang baik, dengan tata cara alam semesta, moralvalue alam semesta, tidak usah dengan syariah, tidak usah dibatasi oleh agama, cukup suatu hukum alam. kesadaran moral sendiri. tapi manusia tidak di design untuk semulia itu mungkin, kt tidak akan bisa bertindak seperti itu tanpa agama, yg terjadi malah mungkin paganisme, orang2 mencari Tuhan, malah menuhankan diri sendiri atau bahkan jika salah, menuhankan setan.

and again, as impressive as usual, dch.

Anonymous said...

I'm sure you've heard about this a lot of time

Prof: So you believe in God?
Student: Absolutely, sir.
Prof: Is God good?
Student: Sure.
Prof: Is God all-powerful?
Student: Yes.

Prof: Science says you have 5 senses you use to identify and observe the world around you. Tell me, son...Have you ever seen God?
Student : No, sir.
Prof: Tell us if you have ever heard your God?
Student : No , sir.
Prof: Have you ever felt your God, tasted your God, smelled your god? Have you ever had any sensory perception of God for that matter?
Student : No, sir. I'm afraid I haven't.
Prof: Yet you still believe in Him?
Student : Yes.
Prof: According to empirical, testable, demonstrable protocol, science says your GOD doesn't exist. What do you say to that, son?
Student : Nothing. I only have my faith.
Prof: Yes. Faith. And that is the problem science has.
Student : Professor, is there such a thing as heat?
Prof: Yes.
Student : And is there such a thing as cold?
Prof: Yes.
Student : No sir. There isn't.
(The lecture theatre becomes very quiet with this turn of events.)
Student : Sir, you can have lots of heat, even more heat, superheat, mega heat, white heat, a little heat or no heat. But we don't have anything called cold. We can hit 458 degrees below zero which is no heat, but we can't go any further after that. There is no such thing as cold. Cold is only a word we use to describe the absence of heat. We cannot measure cold. Heat is energy.
Cold is not the opposite of heat, sir, just the absence of it. (There is pin-drop silence in the lecture theatre.)
Prof: So what is the point you are making, young man?
Student : Sir, my point is your philosophical premise is flawed.
Prof: Flawed? Can you explain how?
Student : Sir, you are working on the premise of duality. You argue there is life and then there is death, a good God and a bad God. You are viewing the concept of God as something finite, something we can measure. Sir, science can't even explain a thought. It uses electricity and magnetism, but has never seen, much less fully understood either one. To view death as the opposite of life is to be ignorant of the fact that
death cannot exist as a substantive thing. Death is not the opposite of life: just the absence of it. Now tell me, Professor. Do you teach your students that they evolved from a monkey?
Prof: If you are referring to the natural evolutionary process, yes, of course, I do.
Student : Have you ever observed evolution with your own eyes, sir?
(The Professor shakes his head with a smile, beginning to realize where the argument is going.)
Student : Since no one has ever observed the process of evolution at work and cannot even prove that this process is an on-going endeavour, are you not teaching your opinion, sir? Are you not a scientist but a preacher?
(The class is in uproar.)
Student : Is there anyone in the class who has ever seen the Professor's brain?
(The class breaks out into laughter.)
Student : Is there anyone here who has ever heard the Professor's brain, felt it, touched or smelled it?.....No one appears to have done so. So, according to the established rules of empirical, stable, demonstrable protocol, science says that you have no brain, sir. With all due respect, sir, how do we then trust your lectures, sir?
(The room is silent. The professor stares at the student, his face unfathomable.)
Prof: I guess you'll have to take them on faith, son.
Student : That is it, sir.. The link between man & god is FAITH. That is all that keeps things moving & alive.

Giska Adilah Sharfina Saputra said...

deeeey bagus banget tulisannya. i like your blog! bicara tentang Tuhan. thats interesting. keep writing! :)