Kepada kamu, dengan penuh kebencian.
Aku benci menunggu.menunggu pesan darimu, ketika kamu sedang sibuk diujung sana melayani para civitas academica yang terus menerus,seakan tanpa henti memintamu untuk melakukan berbagai hal yang tidak kumengerti.
Aku benci mencarimu kemana-mana ketika batere ponselmu habis dan membuatku khawatir. aku benci harus mengatakan padamu bahwa aku mengkhawatirkanmu.tetapi aku lebih benci lagi harus berpura pura santai ketika kamu hilang dan tidak mengabariku.
Aku benci melihat mata kamu yang cokelat, membuatku ingin ada dalam tatapan itu lebih lama. membuatku bersemu merah ketika mata itu lurus menatapku. membuatku salah tingkah dengan tatapan yang terus menerus kau tujukkan padaku.
Aku benci ketika kamu berada di dekatku, atau bahkan sekedar melintas di depanku lalu menghamburkan wangi yang selalu aku ingat, membuatku ingin selalu memelukmu dan tidur di pelukan itu.
Aku benci ketika melihatmu kecewa, apalagi jika itu karenaku. ingin kurangkul dan kubisikkan kata kata yang bisa mengembalikan senyummu.
Aku benci ketika melihatmu marah, membuatku harus menjaga jarak darimu,karena aku takut kau akan memuntahkan amarahmu kepadaku dan aku akan menangis. lalu kita menjadi jauh dan saling membenci dalam diam.
Aku benci melihatmu pintar, melakukan berbagai hal yang membuatku semakin merasa kau benar benar sosok yang aku inginkan. aku benci mengetahui aku menjadi semakin terlarut jauh padamu karena kau benar benar sosok yang aku kagumi.
Aku benci ketika kamu mengatakan hal hal yang manis kepadaku. membuatku merasa aku wanita terbaik yang pernah ada untukmu. dan meyakinkanku bahwa kau memang untukku.
Aku benci ketidakmampuanku dalam mengungkapkan apa yang aku rasakan. aku benci tidak bisa meyakinkanmu seperti kamu meyakinkanku.
Aku benci tidak bisa melakukan banyak hal untukmu, untuk kita.
Aku benci pasrah dengan keadaan dan belum bisa menghapus ego.
Aku benci rindu padamu.
Aku benci mengetahui masih menginginkanmu walaupun kau berkali kali mengecewakanku.
dan demi Tuhan
Aku benci jatuh cinta kepadamu.
Untuk kamu dengan penuh kebencian.
Terinspirasi oleh sebuah posting dari blog Raditya Dika dengan judul yang sama.
0 comments:
Post a Comment